antara mencela dan mengkritik
Ada yang bilang, kritik itu –bagaimana pun bentuknya– bagus,
karena bisa membangun dan membentuk seseorang menjadi lebih baik.
Iya sih, bener sih, bagus sih, tapi kadang orang-orang nggak bisa membedakan antara nyela sama ngritik.
Nyela adalah ketika kau mematahkan semangat orang dengan kata-katamu.
Ngritik adalah ketika kau meyakinkan orang lain bahwa ia bisa melakukannya dengan lebih baik.
Antara ‘Ih, jelek banget sih ini?’ dengan ‘Ini masih bisa disempurnakan lagi.’ beda dong ya?
Nyela ketika kau ‘menyerang’ seseorang.
Ngritik adalah ketika kau fokus pada pekerjaannya, bukan pada dia secara personal.
Nyela ketika kau cuma bilang hal-hal buruk tanpa solusi.
Ngritik, kau datang dengan solusi.
Nyela adalah ketika kau TIDAK PERNAH MAU BERPIKIR UNTUK SETIDAKNYA menempatkan dirimu di posisi orang yang bersangkutan; kau lakukan di depan umum, kau bandingkan dirinya dengan orang lain.
Ngritik adalah ketika kau bisa berempati, membayangkan apa rasanya berada di posisinya.
Nyela adalah ketika kau lupa (secara subjektif) bahwa ada hal-hal baik juga yang pernah dilakukan seseorang (karena keburu sebel misalnya).
Ngritik adalah ketika kau dengan objektif melihat bahwa ada kualitas baik juga dari dirinya dan tanpa ragu mengemukakan hal tersebut.
Tapi yang paling penting adalah,
ngritik itu karena kau peduli pada seseorang dan ingin ia menjadi lebih baik lagi.
Kalau nyela? Ya gitu deh, mungkin kau menganggapnya sainganmu atau musuhmu atau orang yang kau curigai bisa mengalahkanmu kelak.
Iya sih, bener sih, bagus sih, tapi kadang orang-orang nggak bisa membedakan antara nyela sama ngritik.
Nyela adalah ketika kau mematahkan semangat orang dengan kata-katamu.
Ngritik adalah ketika kau meyakinkan orang lain bahwa ia bisa melakukannya dengan lebih baik.
Antara ‘Ih, jelek banget sih ini?’ dengan ‘Ini masih bisa disempurnakan lagi.’ beda dong ya?
Nyela ketika kau ‘menyerang’ seseorang.
Ngritik adalah ketika kau fokus pada pekerjaannya, bukan pada dia secara personal.
Nyela ketika kau cuma bilang hal-hal buruk tanpa solusi.
Ngritik, kau datang dengan solusi.
Nyela adalah ketika kau TIDAK PERNAH MAU BERPIKIR UNTUK SETIDAKNYA menempatkan dirimu di posisi orang yang bersangkutan; kau lakukan di depan umum, kau bandingkan dirinya dengan orang lain.
Ngritik adalah ketika kau bisa berempati, membayangkan apa rasanya berada di posisinya.
Nyela adalah ketika kau lupa (secara subjektif) bahwa ada hal-hal baik juga yang pernah dilakukan seseorang (karena keburu sebel misalnya).
Ngritik adalah ketika kau dengan objektif melihat bahwa ada kualitas baik juga dari dirinya dan tanpa ragu mengemukakan hal tersebut.
Tapi yang paling penting adalah,
ngritik itu karena kau peduli pada seseorang dan ingin ia menjadi lebih baik lagi.
Kalau nyela? Ya gitu deh, mungkin kau menganggapnya sainganmu atau musuhmu atau orang yang kau curigai bisa mengalahkanmu kelak.
Comments
Post a Comment