Skip to main content
A Story From Zedka
“Seorang tukang sihir yang sangat ampuh, yang
ingin menghancurkan seluruh kerajaan, memasukkan ramuan ajaib ke dalam
sumur tempat semua orang minum. Siapapun yang meminum air itu akan
menjadi gila.
Keesokan harinya, semua orang minum dari sumur itu dan
menjadi gila, kecuali raja beserta keluarganya, yang minum dari sumur
lain. Raja sangat cemas dan berusaha mengendalikan masyarakat dengan
mengeluarkan aturan yang menyangkut keamanan dan kesehatan umum. Namun
polisi dan kepala polisi sudah meminum air dari sumur beracun itu,
sehingga mereka berpikir aturan yang dibuat oleh raja itu aneh, dan
mereka pun mengabaikannya.
Ketika mendengar tentang aturan tersebut, rakyat kerajaan itu
merasa yakin raja sudah gila, sehingga memberi perintah yang tak masuk
akal. Mereka mendatangi istana dan meminta raja turun takhta.
Merasa putus asa, raja pun siap turun takhta, namun ratu
mencegahnya dan berkata: ‘Ayo kita minum dari sumur umum. Dengan
demikian kita akan berlaku sama seperti mereka.’
Mereka pun melakukannya: Raja dan ratu minum air gila, dan
seketika mereka pun melantur. Rakyat berubah pikiran: sekarang raja
menjadi bijak, mengapa ia tidak dibiarkan saja memimpin?
Negeri itu pun hidup dengan damai, meskipun rakyatnya
berperilaku berbeda dengan rakyat negeri tetangga. Dan raja memimpin
sampai akhir hayatnya.”
(A Story from Zedka, cited in Veronica Decides to Die by Paulo Coelho)
Setelah membaca kisah itu, saya berpikir “apa sebenarnya
gila itu?” “dan apakah saya gila?” mungkin iya, hanya saja karena saya
meminum air dari sumur yang sama dengan orang di sekitarku maka saya
pikir bahwa saya normal atau mungkin juga tidak, mungkin saya hanya
berpura-pura sudah meminum air dari sumur itu sehingga mereka mengira saya sama dengan mereka. Ah entahlah. Bisa beneran gila kalau
terus-terusan dipikirkan.
Comments
Post a Comment