Mei.19.(mungkin)

Matahari perlahan memasuki kandang. Hari mulai gelap saat kulangkahkan kakiku pulang. Seperti biasa, jalanan kota Malang masih padat sore ini. Dipenuhi orang-orang berbaju rapi dengan muka lusuh. Mereka lelah. Sama sepertiku. Ada juga sekumpulan anak muda belasan tahun yang tak kalah rapi lengkap dengan tawa riangnya. Entah apa yang mereka tertawakan. Aku memilih tenggelam dengan earphone di telingaku.

Track #6 : Thank You For Loving Me - Bon Jovi

Prama, itu namaku. Aku hanya pekerja biasa dengan aktivitas pada umumnya. Anak pertama dari dua bersaudara dari keluarga sederhana. Tidak ada yang spesial dalam hidupku.

Kulihat lagi sms di handphone-ku,

Ayunda : Jangan lupa nanti mampir ke rumahku.. :)

Kecuali dia, Ayunda.
Hampir dua tahun terakhir ini hidupku kembali berirama dengan hadirnya Ayunda. Mahasiswi semester akhir di salah satu universitas di Malang
Aku bertemu Ayunda di acara launching buku salah seorang temanku yang ternyata juga teman Ayunda. Kita berkenalan, dan merasa saling cocok. Tidak butuh waktu lama, tiga minggu setelah hari itu, kita jadian.

Pasar Minggu, 12 Juni 2010.
Dengan penuh keringat sehabis lari pagi bercampur grogi, kunyatakan cintaku. Dan Ayunda menerimaku dengan syarat,

"Kamu pulang, mandi dulu, nanti sore kita ketemu. Baru kamu boleh tau jawabannya."

Dan seminggu lalu, Ayunda meminta untuk mengakhiri hubungan ini. Aku terkejut dengan keputusannya yang tiba-tiba. Karena sebelumnya, kita baik-baik saja.

"Nanti kujelaskan, Pam.. Tolong kasih aku waktu." bisik Ayunda malam itu sembari menyeka air matanya dan menggenggam tanganku.

Pampam. Begitulah biasanya Ayunda memanggilku.

Dua tahun kami bersama, orang tua Ayunda tidak pernah menyukaiku.

Aku bisu.

19:26. Seharusnya aku berbalik arah untuk menuju rumah Ayunda.

Track #19 : Menanti Sebuah Jawaban - Padi

Comments

Popular Posts